Feb
9
2012

TIPS MENGETAHUI TITIK KOORDINAT LOKASI DENGAN BANTUAN GOOGLE MAPS

Sedang enak-enaknya mendengar alunan lagu dari penyanyi “Dila” di panggung sewaktu menghadiri undangan acara launching “flexi peduli lingkungan”, tiba-tiba HP berdering. Ternyata teman kantor menanyakan bagaimana caranyanya mencari titik koordinat lokasi untuk menjawab permintaan informasi tentang titik koordinat calon lokasi untuk pendaratan helikopter (helipad).

Saat itu yang kepikir hanya sederhana saja, pakai bantuan google maps. Seingat saya GPS kantor lagi dipakai ke lapangan, padahal saat itu butuh jawaban segera. Ya sudah, saya minta temen untuk buka google maps di alamat http://maps.google.co.id, lalu dengan cepat tentukan lokasi di menu search “pencarian lokasi”.

Demikian juga ketika salah satu vendor dan provider menceritakan tentang calon lokasi menara seluler yang akan berada di zona wilayah kami bekerja maka saya cukup minta diadakan presentasi untuk mengetahui gambaran awal calon lokasi menara beserta kondisi eksisting menara yang sudah ada melalui titik koordinat lokasi dengan bantuan google maps. Tinjauan lokasi selain memakan waktu dan tenaga, juga tidak efektif dilakukan karena jarak antara satu tempat dengan tempat lainnya jauh bersebrangan, apalagi jumlahnya tersebar di berbagai desa dan kecamatan.

petunjuk-1

Untuk contoh lokasi dengan kata pencarian yang lagi ramai dibicarakan saat ini yaitu “tugu tani Jakarta”, begitu google maps mengarahkan ke titik lokasi yang ditandai dengan pin yang berwarna biru/hijau, klik kanan di titik tersebut hingga muncul opsi yang tersedia. Pilih menu yang paling bawah berbunyi “What’s here?” atau “ada apa disini?”. Nanti dijendela search “pencarian google” akan muncul  ” -6.182454, 106.834635 “. Itulah koordinat lokasi yang ditunjukkan oleh google, lalu gimana dengan titik koordinat yang biasanya muncul di  GPS. Kita klik kiri di titik tersebut akan muncul keterangan “titik koordinat versi -6° 10′ 57.95″ +106° 50′ 4.69″.

Dari titik koordinat tadi kita belum dapat membacanya dengan jelas mana yang Bujur Barat, Bujur Timur, Lintang Utara dan Lintang Selatan. sebagai ilustrasi bahwa posisi geografis Indonesia terletak pada titik koordinat 6°LU – 11°08′LS dan dari 95°’BT – 141°45′BT, untuk Jakarta terletak di 6°10.5′ LS, 106°49.7′ BT.

Di Indonesia dikenal dua sistem koordinat yang biasa dipakai sebagai pedoman penentuan titik lokasi, yaitu koordinat Lintang – Bujur (Latitude-Longitude)dan sistem koordinat UTM (Universal Transverse Mercator).

Garis Lintang (Latitude) adalah garis kahayalan yang membelah bumi secara horisontal menjadi dua bagian yaitu Utara dan Selatan. Garis yang membelah itu adalah garis lintang 0 derajat atau disebut garis khatulistiwa (seperti di Pontianak yang dilewati / pararel dengan garis khatulistiwa) atau garis lintang 0°. Di atas khatulistiwa disebut garis Lintang Utara (LU) dan di bawah  disebut garis Lintang Selatan (LS). Garis lintang berkisar dari 0 ° di khatulistiwa sampai 90 ° di Kutub Utara atau Kutub Selatan. Besaran tertinggi garis lintang adalah 90°.  Sudut lintang, dinotasikan dengan huruf Yunani phi (φ) yang diukur dalam derajat, menit dan detik atau derajat desimal, utara atau selatan dari khatulistiwa.

Garis Bujur  (Longitude) adalah garis kahayalan yang membelah bumi secara vertikal menjadi dua bagian yaitu Timur dan Barat, serta menghubungkan kutub Utara dan Selatan. Sebagai patokan waktu di dunia. adalah garis yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa dimana awalnya 0 derajat di Royal Observatory Greenwich, Inggris. Ke arah kanan/ Timur merupakan garis Bujur Timur (BT) sedangkan ke arah kiri/Barat merupakan garis Bujur Barat (BB). Garis bujur ini biasanya dinyatakan dalam derajat, menit dan detik, dan dilambangkan dengan huruf Yunani lambda (λ).

Lintang digunakan bersama-sama dengan bujur untuk menentukan lokasi yang tepat dari fitur di permukaan Bumi. Pilihan yang paling sederhana untuk permukaan referensi adalah bola, tapi geoid yang lebih akurat dimodelkan dengan ellipsoid. Lintang dan bujur diakui merupakan salah satu dari beberapa spesifikasi tinggi sistem koordinat geografis yang spesifikasinya telah diakui dalam standar ISO 19111.
Sedangkan Universal Transverse Mercator (UTM) merupakan sistem koordinat geografis menggunakan sistem koordinat 2-dimensi Cartesian untuk memberitahukan lokasi di permukaan bumi. Ini merupakan representasi posisi horizontal, yaitu digunakan untuk mengidentifikasi lokasi di bumi secara independen dari posisi vertikal, tetapi berbeda dari metode tradisional lintang dan bujur dalam beberapa hal. Sistem UTM bukan proyeksi peta tunggal. Sistem UTM membagi permukaan bumi antara 80 ° LS dan 84 ° LU menjadi 60 zona, masing-masing 6 °  untuk lebar bujur. Zona 1 meliputi bujur 180 ° sampai 174 ° W (Barat); zona penomoran meningkat ke arah timur ke zona 60 yang mencakup bujur 174-180 Timur.

Dari dua sistem koordinat geografis yang dikenal di Indonesia ini ternyata cocok untuk diterapkan kedua-duanya. Berbeda masalahnya dengan daerah di sekitar kutub bila menggunakan sistem Bujur Lintang maka kurang cocok karena garis bujur akan menjadi terlalu pendek.

petunjuk-2

Petunjuk yang dapat digunakan untuk membaca tanda positip atau negatip pada hasil pencarian titik koordinat google maps adalah sebagai berikut :
Lintang Utara (LU) bertanda positif,
Lintang Selatan (LS) bertabda Negatif.
Bujur Timur (BT) bertanda positif
Bujur Barat (BB) bertanda negatif.

Dengan demikian titik koordinat “tugu tani Jakarta” yang saya tunjuk sebagai contoh di peta google memiliki titik koordinat  6° 10′ 57.95″ LS (lintang Selatan)  dan 106° 50′ 4.69 BT (Bujur Timur) dapat dibaca terletak pada 6 derajat 10 menit 57,95 detik Lintang Selatan dan 106 derajat 50 menit 4,69 detik Bujur Timur.

Referensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Latitude
http://en.wikipedia.org/wiki/Longitude
http://en.wikipedia.org/wiki/Universal_Transverse_Mercator_coordinate_system

Comments are closed.

Categories

Recent Comments